Talaga (KEMENAG) — Guna menumbuhkan kreativitas, mengasah kecakapan berpikir kritis, serta meningkatkan kepekaan estetis peserta didik dalam mengapresiasi karya seni, MAN 1 Majalengka mengoptimalkan pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi digital. Kegiatan Pembelajaran Seni Budaya Materi Analisis Karya Seni Rupa Dekoratif tersebut diikuti oleh 36 siswa-siswi Kelas X-9 di Ruang Kelas X-9 MAN 1 Majalengka, Senin (5/10/2026).
Rangkaian kegiatan pembelajaran diawali dengan pemaparan materi pengantar oleh Guru Mata Pelajaran Seni Budaya, Risa Uswatun Hasanah, S.Pd. Selanjutnya, para peserta didik diajak mengamati dan membedah beragam motif dekoratif visual yang ditayangkan secara interaktif melalui papan tulis digital. Secara bergiliran, para siswa maju ke depan kelas untuk menunjuk serta menganalisis unsur-unsur visual pembentuk karya, meliputi struktur garis, bentuk, variasi warna, pola hiasan, hingga keseimbangan komposisi sesuai prinsip-prinsip seni rupa. Sesi pengamatan berlangsung aktif dan komunikatif saat para peserta didik saling mengutarakan argumentasi estetis serta menilai karakteristik keindahan karya secara obyektif.
Penyelenggaraan KBM berbasis apresiasi visual digital ini dirancang sebagai sarana penguatan budaya literasi seni dan pembentukan karakter (character building). Melalui interaksi langsung dengan media pembelajaran digital, para peserta didik dibina agar memiliki ketajaman nalar kritis, keberanian menyampaikan gagasan di muka umum, rasa percaya diri, serta apresiasi yang mendalam terhadap ragam kekayaan seni budaya.
Guru Mata Pelajaran Seni Budaya MAN 1 Majalengka, Risa Uswatun Hasanah, S.Pd., menyampaikan bahwa integrasi papan tulis digital sangat membantu memperjelas analisis konsep seni secara konkret.
“Pembelajaran Seni Budaya dengan memanfaatkan papan tulis digital ini kami hadirkan agar siswa dapat mengamati motif dekoratif secara lebih jelas dan mendetail. Kami ingin mengajak siswa tidak sekadar melihat gambar, tetapi mampu menganalisis struktur garis, warna, dan komposisi yang membentuk nilai estetika karya tersebut,” ujar Risa.
Lebih lanjut, beliau berharap agar metode pengajaran visual ini mampu menumbuhkan rasa percaya diri serta daya kritis para siswa dalam mengapresiasi seni.
“Melalui pembelajaran yang interaktif dan berbasis visual ini, kami berharap peserta didik dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta kepekaan estetisnya. Semoga anak-anak tidak hanya mampu mengenali unsur-unsur seni rupa, tetapi juga percaya diri memberikan penilaian serta apresiasi terhadap karya seni secara objektif, kreatif, dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, jajaran pendidik Seni Budaya MAN 1 Majalengka akan mengagendakan praktik pembuatan karya seni rupa dekoratif mandiri yang akan dipamerkan dalam ruang apresiasi seni siswa pada akhir semester.
Melalui keberlanjutan pembelajaran seni yang kreatif dan berbasis teknologi ini, diharapkan dapat meningkatkan mutu akademis dan kreativitas peserta didik, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani
Sumber: news.kemenagmajalengka.info
Tinggalkan Balasan