Talaga (Kemenag) — Guna menghadirkan suasana belajar yang tenang, religius, serta menanamkan nilai-nilai akhlak mulia sejak dini, MAN 1 Majalengka secara konsisten menggelar program pembiasaan kerohanian. Kegiatan pembacaan Asmaul Husna sebelum dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tersebut dilaksanakan di Ruang Kelas X-1 MAN 1 Majalengka, Rabu (9/9/2026).
Rangkaian kegiatan diawali setelah pelaksanaan salat Dhuha bersama seluruh civitas akademika. Sebelum menerima materi pelajaran, para siswa kelas X-1 bersama guru meluangkan waktu melantunkan Asmaul Husna secara khusyuk. Kegiatan yang berlandaskan QS. Al-A’raf ayat 180 ini bertujuan mengajak peserta didik meresapi sifat-sifat kesempurnaan Allah SWT—seperti Ar-Rahman (Maha Pengasih) dan Al-‘Alim (Maha Mengetahui)—sehingga niat menuntut ilmu di kelas senantiasa dilandasi dengan kejujuran, rasa kasih sayang, dan tanggung jawab.
Penyelenggaraan pembiasaan rutin ini dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual peserta didik. Melalui penguatan nilai-nilai keagamaan di pagi hari, proses penyerapan materi pelajaran diharapkan dapat berlangsung lebih terarah dan mendapatkan keberkahan.

Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia MAN 1 Majalengka, Heni Fauziah Hidayat, S.Pd., menyampaikan pentingnya menanamkan kedekatan spiritual peserta didik sebelum proses KBM berlangsung.
“Kami ingin pembelajaran di madrasah tidak hanya menghasilkan peserta didik yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki hati yang dekat dengan Allah dan akhlak yang baik. Pembiasaan Dhuha dan membaca Asmaul Husna merupakan ikhtiar nyata madrasah untuk membangun kebiasaan tersebut,” ujar Heni.
Lebih lanjut, beliau berharap agar pembiasaan positif ini dapat tercermin dalam perilaku harian para siswa, baik di sekolah maupun di luar lingkungan madrasah.
“Ketika dilakukan secara terus-menerus dan istiqamah, mudah-mudahan nilai yang terkandung di dalam Asmaul Husna tidak hanya diucapkan di bibir, tetapi juga betul-betul tercermin dalam perilaku dan sikap peserta didik sehari-hari,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, jajaran pendidik dan tim kesiswaan MAN 1 Majalengka akan terus mengawal keterlaksanaan agenda kerohanian pagi ini di seluruh kelas agar menjadi budaya madrasah yang berkelanjutan.
Melalui pembiasaan rutin ini, diharapkan seluruh proses pembelajaran di madrasah menjadi lebih berkah, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan karakter di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani
Sumber: news.kemenagmajalengka.info
Tinggalkan Balasan