Lewati ke konten utama
Lambang MAN  1 MAJALENGKA MAN 1 MAJALENGKA Cerdas, Islami & Berkarakter

Dua Guru MAN 1 Majalengka Ikuti Pelatihan Instrumentasi Praktikum Fisika Berbasis Mikrokontroler di ITB

Diposting oleh Edwin Erdiyana Berita 2 menit baca
Dua Guru MAN 1 Majalengka Ikuti Pelatihan Instrumentasi Praktikum Fisika Berbasis Mikrokontroler di ITB

Bandung (KEMENAG) — Guna meningkatkan kualitas serta efektivitas pembelajaran sains di madrasah, dua guru Fisika dari MAN 1 Majalengka, Ida Nurhidayah, S.Pd. dan Wida Yuliantini, S.Pd., mengikuti Workshop Perencanaan dan Instrumentasi Praktikum Fisika berbasis Mikrokontroler. Kegiatan yang diperuntukkan bagi guru Madrasah Aliyah (MA) se-Jawa Barat ini berlangsung di Gedung FMIPA Basic Science Center A, Institut Teknologi Bandung (ITB), pada Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fisika MA Jawa Barat dengan dukungan penuh dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat. Sebanyak 55 guru Fisika MA perwakilan dari berbagai daerah di Jawa Barat hadir dan berpartisipasi aktif dalam rangkaian materi maupun praktik langsung.

Pelatihan ini ditujukan untuk memutakhirkan kompetensi para pendidik dalam pemanfaatan alat-alat praktikum, khususnya pada materi mekanika dan gelombang cahaya, sekaligus mengintegrasikan teknologi digital ke dalam laboratorium sains madrasah. Dalam pelaksanaannya, penyelenggara menggandeng jajaran dosen serta laboran FMIPA ITB sebagai narasumber ahli guna memberikan pemahaman teori dan pendampingan teknis secara mendalam.

Perwakilan guru MAN 1 Majalengka, Ida Nurhidayah, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya pelatihan ini. Menurutnya, pemanfaatan mikrokontroler dalam eksperimen fisika mampu memberikan akurasi data yang lebih tinggi sekaligus menarik minat siswa.

“Penggunaan mikrokontroler dalam praktikum fisika sangat membantu kami menyajikan pembelajaran yang interaktif dan presisi. Melalui pelatihan ini, kami mendapatkan wawasan teknis yang dapat langsung diterapkan di laboratorium madrasah agar para siswa lebih bersemangat dalam mengeksplorasi ilmu sains,” ujar Ida.

Senada dengan hal tersebut, Wida Yuliantini, S.Pd. menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan menengah dan perguruan tinggi dalam memperbarui metode pembelajaran di kelas.

“Pelatihan langsung dari akademisi ITB ini membuka wawasan baru bagi kami untuk merancang eksperimen yang modern namun tetap aplikatif. Kami berkomitmen untuk membagikan pengalaman dan keterampilan ini kepada rekan-rekan sesama pendidik serta mempraktikkannya langsung bersama para siswa di MAN 1 Majalengka,” ungkap Wida.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan ditutup dengan sesi foto bersama di Aula FMIPA ITB. Sinergi antara madrasah, Kemenag Jabar, dan perguruan tinggi ini menjadi langkah strategis dalam merancang tindak lanjut pembelajaran berbasis proyek di sekolah masing-masing.

Melalui keikutsertaan dalam pelatihan ini, diharapkan para guru dapat mewujudkan pembelajaran Fisika yang lebih kontekstual, akurat, dan berpusat pada eksperimen. Langkah ini sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) serta komitmen MAN 1 Majalengka dalam meningkatkan mutu pendidikan dan layanan pembelajaran bagi peserta didik.

Kontributor: Wawan Abdul Gani

Sumber: news.kemenagmajalengka.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *