Talaga (KEMENAG) — Guna menanamkan budaya hidup bersih dan teratur serta menciptakan ketenangan pikiran dalam mendukung fokus belajar siswa kelas akhir, MAN 1 Majalengka menggelar program pembinaan kesiswaan. Kegiatan Pembinaan Keputrian Kelas XII yang mengusung tema “Decluttering” tersebut dipusatkan di sejumlah ruang kelas MAN 1 Majalengka, Jumat (18/9/2026).
Rangkaian kegiatan diawali pada siang hari dengan membagi seluruh siswi putri Kelas XII ke dalam empat zonasi ruangan yang dipandu oleh fasilitator pendamping. Ruang Kelas XII.1 (gabungan XII.1–3) dibina oleh Nurhayati Hidayah, M.Pd., Ruang Kelas XII.4 (gabungan XII.4–5) didampingi oleh Ira Irawati, S.Pd., Ruang Kelas XII.7 (gabungan XII.6–8) diampu oleh Kiki Rizki Amalia, S.Sos., serta Ruang Kelas XII.8 (gabungan XII.9–11) dibimbing oleh Teti Nurhasanah. Dalam sesi materi, para siswi dibekali konsep decluttering, yakni seni menyortir, merapikan, dan menyisihkan barang-barang yang sudah tidak terpakai agar lingkungan sekitar menjadi lebih lapang, bersih, dan terstruktur.

Penyelenggaraan pembinaan keputrian ini dirancang sebagai sarana pembentukan karakter (character building) dan manajemen diri bagi peserta didik putri. Melalui pemahaman decluttering, para siswi dibina agar mampu mengelola ruang hidup dan tempat belajar dengan rapi, terhindar dari perilaku konsumtif, serta memelihara ketenangan mental melalui lingkungan yang tertata.
Fasilitator Program Keputrian MAN 1 Majalengka, Tantri Rahmawati Ningrum, S.Pd., menyampaikan bahwa pembiasaan merapikan lingkungan fisik memiliki dampak langsung terhadap kesiapan mental belajar siswa.
“Kegiatan keputrian kelas XII dengan materi decluttering ini merupakan langkah awal untuk mengajak para siswi membiasakan pola hidup rapi, bersih, dan teratur. Lingkungan yang tertata dengan baik akan sangat membantu menenangkan pikiran mereka,” ujar Tantri.

Lebih lanjut, beliau berharap agar keterampilan memilah barang ini dapat membangun pola pikir yang positif dan rasa syukur bagi para peserta didik.
“Harapan kami, ruang yang lebih tertata dan bebas dari penumpukan barang yang tidak perlu dapat menciptakan pikiran yang lebih jernih, meningkatkan fokus belajar menjelang ujian akhir, serta menumbuhkan rasa syukur atas apa yang dimiliki,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, tim pendamping keputrian MAN 1 Majalengka akan mengagendakan aksi praktik decluttering mandiri di area loker kelas dan kamar tidur masing-masing siswi sebagai bagian dari evaluasi penerapannya.
Melalui keberlanjutan program pembinaan keputrian ini, diharapkan dapat membentuk generasi muda putri yang mandiri, rapi, dan berakhlak mulia, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu layanan kesiswaan di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani
Sumber: news.kemenagmajalengka.info
Tinggalkan Balasan