Talaga (KEMENAG) — Suasana pembelajaran Bahasa Indonesia bagi siswa kelas X.1 di MAN 1 Majalengka berubah menjadi lebih interaktif dan dinamis setelah memanfaatkan platform permainan digital Wordwall sebagai media presentasi kelompok, Rabu (19/8/2026).
Inovasi pembelajaran ini dirancang untuk mengubah pola pembelajaran konvensional menjadi metode yang berpusat pada siswa (student-centered learning). Siswa tidak lagi sekadar menjadi pendengar pasif, melainkan berperan aktif sebagai penyaji materi sekaligus penggerak diskusi di dalam kelas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembentukan kelompok presentasi. Untuk menghindari penyampaian materi yang monoton, setiap kelompok dituntut menghadirkan strategi penyampaian yang kreatif. Salah satu kelompok berinisiatif menyisipkan sesi permainan interaktif di tengah presentasi menggunakan aplikasi digital Wordwall.
Tampilan kuis dan sajian visual yang menarik dari media Wordwall mampu membangkitkan antusiasme para siswa lain di dalam kelas. Sesi tanya jawab yang biasanya menegangkan berubah menjadi sarana belajar bersama yang menyenangkan. Para siswa saling berlomba memberikan jawaban tepat, sehingga tercipta interaksi dua arah yang aktif antara kelompok penyaji dan peserta didik lainnya.
Guru Bahasa Indonesia MAN 1 Majalengka, Heni Fauziah Hidayat, S.Pd., menyampaikan bahwa presentasi interaktif ini dirancang agar siswa terlibat penuh selama proses pembelajaran. “Saya ingin presentasi menjadi ruang bagi siswa untuk berkomunikasi, berpikir, dan bekerja sama. Ketika mereka dilibatkan melalui pertanyaan dan permainan, suasana kelas menjadi lebih hidup dan siswa terlihat lebih antusias mengikuti pembelajaran,” tuturnya.
Pemanfaatan teknologi ini terbukti memperkuat efektivitas pembelajaran. Melalui metode presentasi interaktif, siswa tidak hanya belajar menguasai materi pelajaran Bahasa Indonesia dan melatih keberanian berbicara di depan umum, tetapi juga dilatih bekerja sama dalam tim, menyusun strategi komunikasi yang efektif, serta mengasah keterampilan berpikir kritis dan berkreasi menggunakan teknologi digital.
Tanggapan positif disampaikan oleh Gio, salah seorang siswa kelas X.1 yang turut antusias dalam kegiatan ini. Ia mengungkapkan bahwa metode kuis dan permainan di dalam presentasi membuat materi lebih mudah dipahami.
“Biasanya saat presentasi kami hanya mendengarkan teman yang maju di depan kelas, tetapi kali ini kami ikut menjawab pertanyaan dan bermain game. Hal ini membuat kami lebih berani menyampaikan pendapat dan lebih fokus mengikuti pembelajaran,” tutur Gio.
Sebagai tindak lanjut, metode pembelajaran berbasis kuis interaktif dan kolaborasi digital akan terus dikembangkan serta diterapkan secara berkala pada materi-materi pembelajaran lainnya di MAN 1 Majalengka.
Melalui penerapan metode pembelajaran interaktif ini, diharapkan dapat terus meningkatkan motivasi serta keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar-mengajar. Langkah ini sekaligus mendukung komitmen MAN 1 Majalengka dalam mewujudkan transformasi digital pendidikan keagamaan serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan madrasah yang adaptif, modern, dan berdaya saing tinggi.
Kontributor: Wawan Abdul Gani
Sumber: news.kemenagmajalengka.info
Tinggalkan Balasan