Talaga (KEMENAG) — Siswa-siswi kelas X.5 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majalengka antusias mengikuti pembelajaran Seni Budaya dengan praktik pembuatan karya seni kaligrafi Islami di ruang kelas X.5, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas, imajinasi, serta keterampilan seni para siswa berbasis nilai-nilai keislaman.
Pembelajaran yang diampu oleh guru Seni Budaya, Yanyan Sulaksana, S.Pd., menuntut ketelitian dan kerapihan dari setiap peserta didik. Selama proses pengerjaan, seluruh siswa menuangkan ide visual mereka dengan memperhatikan bentuk tulisan, komposisi warna, serta unsur keindahan seni tradisi Islam sehingga menghasilkan beragam karakteristik karya yang khas.
Wali Kelas X.5, Ghina Aghnia Nur Assyifaa, M.Pd., yang mengamati langsung jalannya proses pembelajaran menyampaikan bahwa tugas pembuatan kaligrafi ini membawa dimensi edukasi yang luas bagi pembentukan karakter siswa.
“Kegiatan semacam ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar dalam bidang seni visual, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk melatih kesabaran, kemandirian, ketekunan, dan rasa tanggung jawab siswa dalam menyelesaikan tugas,” ujar Ghina.
Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi siswa untuk membagikan pengalaman belajar mereka. Risha Aulia, salah satu siswa kelas X.5, mengutarakan tantangan serta kesan selama proses pembuatan karya.
“Proses pembuatan kaligrafi memberikan pengalaman tersendiri. Menurut saya, bagian paling menantang adalah melatih ketelitian dan kesabaran, terutama saat mengatur proporsi bentuk dan keindahan tiap hurufnya,” tuturnya.
Hal senada disampaikan oleh rekannya, Alya Hayatul Husna. Ia menilai praktik ini memberi ruang luas untuk mengekspresikan imajinasi sekaligus mendalami keindahan ragam hias seni Islam.
“Ini menjadi kesempatan berharga untuk mengekspresikan kreativitas melalui seni, sekaligus memberikan pengalaman baru dalam mengenal lebih dekat keindahan seni kaligrafi,” ungkap Alya.
Melalui pembelajaran praktik Seni Budaya ini, MAN 1 Majalengka berharap para siswa tidak hanya fokus pada penyelesaian tugas akademik semata, tetapi juga mampu menghargai setiap proses belajar, mengasah potensi diri, serta mengenal dan melestarikan kekayaan seni budaya Islam.
Diharapkan kegiatan pembelajaran kreatif semacam ini terus berkelanjutan guna mendukung pembentukan karakter peserta didik yang unggul, berbudaya, dan berakhlak mulia, sekaligus berkontribusi positif dalam meningkatkan mutu serta kualitas layanan pendidikan di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani
Sumber: news.kemenagmajalengka.info
Tinggalkan Balasan