Talaga (KEMENAG) — Siswa kelas XII.2 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majalengka menggelar presentasi hasil pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning/PBL) untuk materi Sifat Koligatif Larutan pada mata pelajaran Kimia, Selasa (8/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas XII.2 ini diikuti oleh seluruh siswa dengan penuh semangat dan antusiasme.
Pembelajaran berbasis masalah ini dirancang untuk melatih siswa berpikir kritis dalam memecahkan persoalan sains yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pada tahapan akhir PBL kali ini, setiap kelompok diberikan kesempatan untuk memaparkan hasil diskusi dan pemikiran kritis mereka di depan kelas.
Salah satu kelompok yang tampil memukau adalah Kelompok Oksigen yang beranggotakan Arfan, Irpan, Nadhif, Rifqi, Rehannudin, Ana, Shinta, dan Naima. Mereka mempresentasikan pemecahan atas masalah otentik mengenai efektivitas penggunaan garam dapur (NaCl) dibandingkan gula dalam mencairkan es di jalanan daerah pegunungan saat musim salju.

Dalam pemaparannya, Kelompok Oksigen menjelaskan bahwa NaCl jauh lebih efektif mencairkan es dibanding gula dengan massa yang sama karena NaCl merupakan senyawa elektrolit yang terionisasi menjadi dua ion di dalam air. Kondisi tersebut menyebabkan jumlah partikel zat terlarut pada NaCl menjadi lebih banyak, sehingga mampu menghasilkan penurunan titik beku larutan yang lebih besar dibandingkan gula yang tidak terionisasi.
Salah satu anggota Kelompok Oksigen, Ana Nazwa, mengaku sangat terkesan dengan metode pembelajaran berbasis masalah ini.
“Metode PBL ini membuat materi Kimia jadi jauh lebih seru dan mudah dipahami. Kami tidak hanya sekadar membaca buku teks, tetapi ditantang untuk berpikir dan berdiskusi memecahkan masalah nyata yang ada di sekitar kita. Rasanya puas sekali saat kelompok kami bisa menjelaskan solusinya di depan teman-teman,” ungkap Ana Nazwa seusai presentasi.
Guru mata pelajaran Kimia MAN 1 Majalengka, Ira Irawati, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas keaktifan dan pemahaman materi yang ditunjukkan oleh para siswa.
“Melalui penerapan model Problem Based Learning ini, kami berharap siswa tidak hanya sekadar menghafal konsep Sifat Koligatif Larutan secara teoritis, tetapi juga mampu mengasah kemampuan berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, serta mengaitkan fenomena kimia dengan pemecahan masalah nyata di kehidupan sehari-hari,” ujar Ira Irawati.
Suasana pembelajaran berlangsung dengan lancar, komunikatif, dan interaktif meskipun dilaksanakan pada siang hari. Untuk menjaga fokus dan mencairkan kejenuhan, Kelompok Oksigen mengawali presentasi dengan sesi power push pembakar semangat dan mengakhirinya dengan penyampaian kata-kata motivasi khas nama kelompok mereka yang dipadukan dengan gerakan bersama. Ira Irawati selaku guru pengampu pun turut memperagakan gerakan motivasi tersebut bersama para siswa.
Melalui kegiatan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan ini, diharapkan semangat belajar para siswa madrasah terus menyala. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen MAN 1 Majalengka dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, aktif, dan kreatif, sekaligus mendukung upaya MAN 1 Majalengka dalam mencetak generasi muda Islam yang cerdas, unggul, dan berdaya saing tinggi.
Kontributor: Wawan Abdul Gani
Sumber: news.kemenagmajalengka.info
Tinggalkan Balasan