Talaga (KEMENAG) — Seluruh siswi kelas XII MAN 1 Majalengka mengikuti kegiatan Keputrian yang berfokus pada “Presentasi dan Gelar Produk Pemanfaatan Nasi Sisa” di lingkungan kelas XII MAN 1 Majalengka pada Jumat (9/10/2026). Agenda yang dimulai pukul 11.50 WIB ini menjadi ajang pembuktian kreativitas peserta didik dalam mengolah bahan baku nasi sisa menjadi aneka produk kuliner bernilai guna dan berdaya saing.
Untuk memastikan jalannya presentasi, diskusi, dan penilaian berlangsung optimal, kegiatan dibagi ke dalam lima pusat ruangan kelas dengan pendampingan langsung dari para guru:
Ruang XII.1 (Gabungan kelas XII.1, XII.2, dan XII.3): Didampingi oleh Nurhayati Hidayat, M.Pd.
Ruang XII.5 (Gabungan kelas XII.4 dan XII.5): Didampingi oleh Ira Irawati, S.Pd.
Ruang XII.6 (Gabungan kelas XII.6 dan XII.7): Didampingi oleh Ida Nurhidayah, S.Pd.
Ruang XII.7 (Gabungan kelas XII.8 dan XII.9): Didampingi oleh Anik Dermawati, S.Pd.
Ruang XII.8 (Gabungan kelas XII.10 dan XII.11): Didampingi oleh Kiki Rizki Amalia, S.Sos dan Teti Nurhasanah.

Dalam sesi gelar produk, setiap perwakilan kelompok secara bergantian mempresentasikan hasil olahannya. Beragam hidangan berhasil diciptakan, mulai dari sajian tradisional seperti opak, rengginang, dan ulen, hingga kuliner populer kekinian seperti pempek dan topokki. Para peserta menjelaskan secara rinci tahapan pembuatan, mulai dari pengeringan, penghalusan, penambahan bumbu, hingga teknik penggorengan dan penyajian.
Selain memamerkan keunggulan produk, para siswi juga secara terbuka menyampaikan kendala yang dihadapi selama proses pembuatan di luar jam sekolah, seperti penyesuaian tingkat kelembapan nasi saat dikeringkan, tekstur adonan yang lengket, hingga pengaturan suhu api agar olahan dapat mekar sempurna. Melalui diskusi interaktif, guru pembimbing memberikan masukan konstruktif terkait teknik pengolahan, standar kebersihan, hingga potensi kemasan yang menarik.
Narasumber kegiatan, Tantri Rahmawati Ningrum, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas inovasi para siswi. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mengasah rasa percaya diri dan jiwa kewirausahaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan yang nyata.

“Melalui pemahaman dan praktik langsung ini, para siswi diharapkan mampu menerapkan gaya hidup hemat pangan serta bijak dalam mengelola konsumsi harian. Dengan demikian, mereka dapat meminimalkan limbah makanan (food waste) baik di lingkungan madrasah maupun di rumah tangga masing-masing,” ujarnya.
Kegiatan Keputrian inovatif ini diharapkan dapat terus memberikan dampak positif dalam membina karakter peserta didik yang kreatif, mandiri, dan peduli lingkungan, sekaligus mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani
Sumber: news.kemenagmajalengka.info
Tinggalkan Balasan