Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas XII.1 MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran Seni Budaya pada Jumat (25/9/2026) jam pelajaran ke-2 dan ke-3. Pembelajaran yang dipandu oleh Endoy Nurdiya, S.Pd., tersebut mengangkat materi seni teater modern melalui kegiatan presentasi teatrikalisasi puisi.
Dalam pembelajaran ini, murid tidak hanya memahami puisi sebagai karya sastra yang dibacakan, tetapi juga mempelajari bagaimana sebuah puisi dapat ditampilkan dalam bentuk pertunjukan teater. Teatrikalisasi puisi merupakan proses mengubah atau mengembangkan puisi menjadi sebuah pertunjukan dengan memadukan unsur sastra dan seni peran.
Melalui kegiatan tersebut, murid berlatih memahami isi dan makna puisi, kemudian menerjemahkannya ke dalam ekspresi, gerak, vokal, penghayatan, serta penampilan di hadapan penonton. Setiap unsur tersebut perlu diperhatikan agar pesan yang terkandung dalam puisi dapat tersampaikan dengan baik.
Dalam konteks teater modern, presentasi teatrikalisasi puisi juga memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan kreativitas dalam mengolah naskah, karakter, ekspresi, dan penyajian. Murid dituntut tidak hanya mampu menghafal atau membacakan teks, tetapi juga memahami suasana dan pesan yang ingin disampaikan.
Endoy menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi murid untuk menggabungkan kemampuan memahami karya sastra dengan keterampilan seni pertunjukan.
“Teatrikalisasi puisi bukan sekadar membaca puisi dengan gerakan, tetapi bagaimana murid mampu memahami makna puisi kemudian menyampaikannya melalui ekspresi, vokal, gerak, dan penghayatan. Di situlah kreativitas mereka dapat berkembang,” ungkap Endoy.
Presentasi juga menjadi sarana bagi murid untuk melatih keberanian tampil di depan orang lain. Selain kemampuan artistik, kegiatan ini mengembangkan kerja sama, komunikasi, kepercayaan diri, serta tanggung jawab dalam mempersiapkan sebuah pertunjukan.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap murid semakin berani berekspresi dan mampu mengapresiasi karya seni dengan cara yang kreatif. Puisi dapat menjadi lebih hidup ketika pesan dan emosinya mampu disampaikan melalui seni pertunjukan,” tambah Endoy.
Pembelajaran Seni Budaya melalui teatrikalisasi puisi diharapkan memberikan pengalaman belajar yang aktif dan bermakna bagi murid XII.1. Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran seni dapat menjadi ruang untuk mengasah kreativitas, keberanian, dan kemampuan berkomunikasi.
Kontributor: Reni Tania Nurmala
Sumber: news.kemenagmajalengka.info
Tinggalkan Balasan