Lewati ke konten utama
Lambang MAN  1 MAJALENGKA MAN 1 MAJALENGKA Cerdas, Islami & Berkarakter

Pahami Konsep Genetik, Siswa XII.2 MAN 1 Majalengka Gelar Roleplay Sintesis Protein

Diposting oleh Edwin Erdiyana Berita 2 menit baca
Pahami Konsep Genetik, Siswa XII.2 MAN 1 Majalengka Gelar Roleplay Sintesis Protein

Talaga (KEMENAG) — Guna mempermudah pemahaman peserta didik terhadap materi biologi molekuler yang abstrak serta membangun metode pembelajaran yang interaktif, MAN 1 Majalengka terus menerapkan terobosan KBM inovatif. Kegiatan pembelajaran Biologi melalui praktik permainan peran (roleplay) proses sintesis protein tersebut dilaksanakan oleh siswa-siswi Kelas XII.2 di Ruang Kelas XII.2 MAN 1 Majalengka, Senin (5/10/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembagian peran dan skenario alur kerja molekuler di bawah bimbingan Guru Mata Pelajaran Biologi, Hj. Ade Nurpiana, M.Pd. Sebanyak 32 siswa-siswi Kelas XII.2 secara aktif memerankan setiap komponen biologis yang terlibat dalam tahapan sintesis protein, mulai dari proses transkripsi hingga translasi. Para peserta didik memisalkan diri sebagai DNA, RNA, mRNA, tRNA, ribosom, hingga asam amino untuk mensimulasikan mekanisme penerjemahan informasi genetik menjadi molekul protein secara rinci. Sesi simulasi berlangsung dinamis, penuh antusiasme, serta sukses membangun keberanian dan komunikasi efektif para siswa di depan kelas.

Penyelenggaraan metode roleplay ini dirancang sebagai bentuk penerapan pembelajaran berbasis visualisasi kinestetik (kinesthetic learning). Melalui pemeragaan langsung alur ekspresi genetik, para peserta didik dibina agar tidak sekadar menghafal istilah biokimia, tetapi mampu memahami konsep mekanisme biologis dalam tubuh secara komprehensif, logis, dan menyenangkan.

Guru Mata Pelajaran Biologi MAN 1 Majalengka, Hj. Ade Nurpiana, M.Pd., menyampaikan bahwa pendekatan permainan peran sangat efektif dalam membantu daya tangkap siswa pada materi sains tingkat tinggi.

“Materi sintesis protein sering dianggap rumit karena prosesnya mikroskopis dan abstrak. Melalui metode roleplay ini, anak-anak dapat melintasi proses transkripsi dan translasi secara konkrit, sehingga pemahaman konsep genetik menjadi jauh lebih mudah diserap dan diingat,” ujar Hj. Ade.

Sementara itu, Ketua Murid (KM) Kelas XII.2 MAN 1 Majalengka, Encep Zia Ulhaq Assidiqi, mengaku berkesan dengan pengalaman belajar kelompok yang interaktif tersebut.

“Praktik roleplay sintesis protein ini sangat seru dan membuat kami lebih cepat paham. Masing-masing dari kami memegang peran penting seperti DNA atau tRNA, sehingga kami benar-benar mengerti bagaimana protein dibentuk di dalam sel tubuh secara menyenangkan,” ungkap Encep.

Sebagai tindak lanjut, jajaran pendidik Biologi MAN 1 Majalengka akan merancang lembar kerja evaluasi (post-test) analitis guna mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap korelasi antara simulasi roleplay dan fungsi biologis dalam kehidupan nyata.

Melalui keberlanjutan metode pembelajaran yang kreatif ini, diharapkan dapat meningkatkan prestasi akademik sains peserta didik, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan di lingkungan MAN 1 Majalengka.

Kontributor: Wawan Abdul Gani

Sumber: news.kemenagmajalengka.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *