Talaga (KEMENAG) — Kontingen Patroli Keamanan Sekolah (PKS) MAN 1 Majalengka secara resmi mengikuti Latihan Gabungan (Latgab) Ke-2 PKS Rayon 7 yang diselenggarakan di MA Putri PUI Talaga, Minggu (4/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam membina karakter, kedisiplinan, serta mempererat tali silaturahmi antaranggota PKS di wilayah Kabupaten Majalengka.
Dalam kegiatan tersebut, MAN 1 Majalengka mengutus perwakilan terbaiknya, yaitu Gefira Nur Fatimah (X.12), Siti Sinlia Sumarni (X.11), dan Celsi Fitriyah (X.11). Kehadiran mereka didampingi oleh pengurus Dewan Kerja Angkatan 16, Siti Nurhaliza Murti Dewi, serta jajaran Dewan Kerja Angkatan 15 yang terdiri atas Trisa Aprilia, Anne Nurajizah, dan Nida Araafa.
Rangkaian Latgab Ke-2 Rayon 7 diisi dengan pembekalan materi keorganisasian, teknik kepolisian sekolah, serta pelatihan ketangkasan lapangan. Kegiatan turut dihadiri oleh Instruktur PKS Rayon 7, unsur Polisi Pelajar (Poljar), dan para Pembina PKS se-Kabupaten Majalengka yang memberikan pendampingan secara langsung selama acara berlangsung.
Anggota Dewan Kerja PKS Angkatan 15 MAN 1 Majalengka sekaligus narasumber kegiatan, Trisa Aprilia, menyampaikan bahwa latihan gabungan ini menjadi ajang penting untuk mengasah keterampilan serta menyelaraskan pemahaman tugas PKS di lingkungan sekolah.
“Melalui latihan gabungan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis mengenai aturan lalu lintas dan keamanan sekolah, tetapi juga dibentuk mental kepemimpinannya agar mampu menjadi teladan bagi siswa lainnya,” ujar Trisa di sela-sela kegiatan.

Kegiatan yang berlangsung intensif ini dirancang untuk mencapai sejumlah tujuan utama, antara lain memperluas wawasan keorganisasian, memperkuat koordinasi antar-satuan PKS di Rayon 7, serta memupuk rasa kebersamaan. Sebagai tindak lanjut, para peserta yang telah mengikuti Latgab diamanatkan untuk mengimbaskan ilmu dan keterampilan yang diperoleh kepada seluruh anggota PKS di madrasah masing-masing.
Melalui keikutsertaan aktif dalam Latihan Gabungan ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik yang disiplin dan bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan komitmen Kementerian Agama dalam mewujudkan lingkungan madrasah yang aman, tertib, dan kondusif guna mendukung peningkatan mutu serta kualitas layanan pendidikan.
Kontributor: Wawan Abdul Gani
Sumber: news.kemenagmajalengka.info
Tinggalkan Balasan