Talaga (KEMENAG) — Guna memastikan keselamatan dan penanganan darurat kesehatan peserta didik terlayani secara cepat dan tepat, MAN 1 Majalengka mengoptimalkan sistem tanggap darurat kesiswaan. Tindakan cepat penanganan medis terhadap seorang siswi kelas XII yang mengalami penurunan kondisi kesehatan tersebut dilaksanakan di UPTD Puskesmas Kecamatan Talaga, Kamis (17/9/2026).
Rangkaian kejadian bermula saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung di kelas, di mana seorang siswi kelas XII mendadak mengalami keluhan demam tinggi. Mengetahui kondisi tersebut, Pembina Palang Merah Remaja (PMR) MAN 1 Majalengka bergerak sigap merujuk dan mendampingi siswi yang bersangkutan menuju Puskesmas Kecamatan Talaga. Setibanya di fasilitas kesehatan, tim medis segera mengambil tindakan awal berupa pemeriksaan fisik menyeluruh dan pemasangan infus guna menstabilkan suhu tubuh serta cairan pasien di ruang perawatan intensif.
Penyelenggaraan pendampingan medis ini dirancang sebagai wujud komitmen perlindungan dan pelayanan kesehatan bagi seluruh peserta didik di madrasah. Melalui respons cepat serta sinergi yang solid antara pihak sekolah, pembina PMR, dan tenaga medis puskesmas, potensi risiko darurat kesehatan siswa dapat diantisipasi sejak dini.
Pembina Ekstrakurikuler PMR MAN 1 Majalengka, Amelia Siti Marwah, S.Pd., menyampaikan pentingnya kesiapsiagaan dan penanganan yang terukur saat menghadapi kondisi darurat kesehatan siswa.
“Penanganan cepat terhadap siswa yang sakit saat KBM merupakan prioritas kami. Ketika ada siswi yang mengalami demam tinggi, pendampingan langsung ke puskesmas harus segera dilakukan agar mendapatkan perawatan medis yang tepat dan intensif dari tenaga kesehatan,” ujar Amelia.
Lebih lanjut, beliau menegaskan pentingnya koordinasi berkelanjutan antara satuan pendidikan dan fasilitas kesehatan terdekat.
“Respons cepat dan koordinasi yang baik antara pihak sekolah dan tenaga medis sangat krusial dalam mengantisipasi situasi darurat kesehatan di lingkungan madrasah. Kami memastikan pendampingan dilakukan sampai kondisi siswi benar-benar stabil dan pihak keluarga mendapatkan informasi secara utuh,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Pembina PMR bersama tim Unit Kesehatan Sekolah (UKS) MAN 1 Majalengka akan terus memantau perkembangan pemulihan kesehatan siswi tersebut hingga dinyatakan sembuh dan siap kembali mengikuti pembelajaran.
Melalui penanganan yang sigap ini, diharapkan siswi yang bersangkutan segera diberikan kesembuhan serta memperkuat kesiapsiagaan tim PMR madrasah dalam merespons situasi darurat kesehatan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu layanan kesiswaan di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani
Sumber: news.kemenagmajalengka.info
Tinggalkan Balasan