Talaga (KEMENAG) — Siswa kelas XII.2 MAN 1 Majalengka melaksanakan kegiatan presentasi materi sejarah mengenai Kesultanan Gowa di ruang kelas XII.2 pada Senin (14/9/2026). Kegiatan pembelajaran interaktif yang dipandu langsung oleh guru mata pelajaran sejarah, Kairin, ini berlangsung dalam suasana tertib, kondusif, dan penuh antusiasme.
Adapun kelompok siswa yang bertindak sebagai pemapar materi dalam kegiatan ini terdiri dari Dwi Putri Maharani, Guntur, Rifqi, dan Rana. Dalam pemaparannya, para peserta secara runtut dan komprehensif menjelaskan berbagai aspek penting Kesultanan Gowa, mulai dari latar belakang sejarah berdirinya kerajaan, masa perkembangan, kehidupan sosial masyarakat, hingga berbagai peninggalan sejarah yang bernilai tinggi.
Salah satu fokus pembahasan mendalam yang diangkat oleh kelompok pemapar adalah figur kepemimpinan Sultan Hasanuddin, tokoh pahlawan nasional yang dikenal gigih dalam memperjuangkan kedaulatan serta wilayah Kesultanan Gowa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi secara sistematis oleh kelompok presenter, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi aktif. Siswa lainnya yang menyimak pemaparan antusias mengajukan pertanyaan serta mendalami materi yang telah disajikan.
Guru mata pelajaran Sejarah, Kairin, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesiapan pemateri dan keaktifan para siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
“Saya sangat mengapresiasi semangat dan persiapan anak-anak dalam membawakan materi Kesultanan Gowa ini. Pembelajaran sejarah bukan sekadar menghafal angka tahun dan nama tokoh, melainkan mengambil nilai-nilai teladan serta semangat perjuangan para pendahulu. Melalui metode presentasi dan diskusi ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami sejarah secara mendalam, tetapi juga semakin menumbuhkan rasa cinta tanah air serta melestarikan peninggalan budaya bangsa,” tegas Kairin saat memberikan arahan di kelas.
Salah satu siswa yang turut menyimak pemaparan, Encep Zia Ulhaq Assidiqi, juga menyampaikan kesannya mengenai jalannya diskusi di kelas.
“Pemaparan dari teman-teman sangat jelas dan membantu kami memahami perjalanan sejarah Kesultanan Gowa serta keteladanan Sultan Hasanuddin secara lebih mendalam. Melalui diskusi interaktif seperti ini, suasana kelas jadi lebih hidup dan kami terpacu untuk berani menyampaikan pendapat,” ungkap Encep Zia.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman peserta didik mengenai sejarah lokal dan nasional, sekaligus memupuk rasa bangga serta penghargaan terhadap perjuangan para pendahulu bangsa. Selain pemahaman materi akademis, metode presentasi ini dirancang sebagai sarana efektif untuk melatih keterampilan berbicara di depan umum (public speaking), kemampuan berpikir kritis, serta kerja sama tim antar siswa.
Tindak lanjut dari pembelajaran metode aktif ini diharapkan dapat terus diterapkan secara berkesinambungan. Dengan demikian, para siswa terbiasa untuk lebih aktif dalam menimba ilmu, berani menyuarakan pendapat secara santun, dan solid dalam berkolaborasi kelompok.
Semoga pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang inovatif dan edukatif ini dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta mutu pelayanan pembelajaran di lingkungan sekolah, sejalan dengan komitmen MAN 1 Majalengka dalam mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan.
Kontributor: Wawan Abdul Gani
Sumber: news.kemenagmajalengka.info
Tinggalkan Balasan