Talaga (KEMENAG) — Dalam upaya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar serta efektivitas pembelajaran siswa, kelas X-8 MAN 1 Majalengka menggelar kegiatan pembahasan kisi-kisi ulangan harian yang dilanjutkan dengan pembentukan kelompok belajar interaktif menggunakan media spin wheel, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan yang dipandu langsung oleh Guru Mata Pelajaran Matematika, Intan Krisdian Damayanti, S.Pd., tersebut diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas X-8. Selain sebagai persiapan menghadapi ujian pekan depan, pembentukan kelompok belajar melalui media interaktif ini dirancang untuk menciptakan iklim belajar yang inklusif dan kolaboratif.

Pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan ini diwujudkan melalui penggunaan perangkat tablet yang difasilitasi oleh salah satu siswa kelas X-8, Agif Septian. Dalam proses tersebut, Agif bertindak langsung memfasilitasi perangkat sekaligus menjadi operator sistem spin wheel selama pembagian kelompok berlangsung.
Mekanisme pembentukan kelompok diawali dengan pemetaan awal oleh guru. Sebanyak 6 siswa dari total 36 siswa yang memiliki potensi akademik unggul di bidang matematika dipilih terlebih dahulu untuk ditempatkan secara terpisah di 6 kelompok. Langkah ini bertujuan agar para siswa tersebut dapat berperan sebagai tutor sebaya (peer tutor) bagi rekannya. Selanjutnya, nama 30 siswa lainnya diacak menggunakan media spin wheel pada perangkat tablet hingga terbentuk 6 kelompok belajar secara merata dan proporsional.
Guru Matematika, Intan Krisdian Damayanti, S.Pd., menyampaikan bahwa penggunaan media interaktif ini sangat membantu dalam membagi tingkat kemampuan akademik siswa secara seimbang di setiap kelompok.

“Melalui penggunaan media spin wheel ini, pembagian kelompok dapat dilakukan secara adil, transparan, dan menyenangkan. Kehadiran tutor sebaya di setiap kelompok diharapkan mampu membantu siswa yang masih mengalami kesulitan belajar melalui pendekatan antarteman,” ujar Intan.
Sementara itu, Agif Septian mengaku senang dapat berkontribusi dalam mendukung kelancaran aktivitas pembelajaran di kelasnya.
“Saya sangat senang bisa ikut membantu Ibu Guru dan teman-teman dengan memfasilitasi tablet serta menjadi operator spin wheel. Proses pembagian kelompok jadi terasa lebih seru, tegang, dan adil karena semua nama diacak langsung di depan kelas,” ungkap Agif.
Suasana kelas berlangsung sangat interaktif, seru, dan kondusif. Para siswa tampak antusias mengikuti jalannya pengacakan nama hingga seluruh kelompok terbentuk lengkap dengan kombinasi kemampuan akademik yang heterogen, mulai dari tingkat baik, sedang, hingga perlu pendampingan.
Dengan dilaksanakannya inovasi pembelajaran ini, diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran yang lebih aktif serta memicu semangat saling bantu antarsiswa. Langkah ini sekaligus menjadi bukti komitmen para tenaga pendidik di MAN 1 Majalengka dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, inovatif, dan berorientasi pada kemajuan peserta didik.
Kontributor: Wawan Abdul Gani
Sumber: news.kemenagmajalengka.info
Tinggalkan Balasan