Lewati ke konten utama
Lambang MAN  1 MAJALENGKA MAN 1 MAJALENGKA Cerdas, Islami & Berkarakter

Tingkatkan Fokus Belajar, Siswa MAN 1 Majalengka Ikuti Ice Breaking Pemahaman Masalah

Diposting oleh Edwin Erdiyana Berita 2 menit baca

Talaga  (KEMENAG) — Siswa-siswi Kelas XII.2 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majalengka mengikuti kegiatan ice breaking pemahaman dalam menghadapi masalah pada pembelajaran Fikih, Selasa (29/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kelas XII.2 ini diikuti oleh 32 siswa dan dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif sekaligus membekali peserta didik dengan keterampilan penyelesaian masalah (problem solving).

Acara diawali dengan sesi pembukaan dan pengarahan oleh Guru Mata Pelajaran Fikih, Wawan Abdul Gani, M.Ag., bersama Ketua Kelas XII.2, Encep Zia Ulhaq Assidiqi. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan permainan interaktif dan simulasi pemecahan masalah yang dikemas secara santai namun edukatif. Dalam kegiatan tersebut, para siswa dilatih untuk selalu berpikir positif, menjaga ketenangan, mencari solusi secara kritis, dan tidak mudah menyerah saat menjumpai hambatan dalam proses belajar.

Siswa-siswi terlihat antusias dan berpartisipasi aktif dalam setiap tantangan yang diberikan. Selain mencairkan suasana belajar, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat rasa kebersamaan serta melatih pola komunikasi yang efektif antarsiswa saat menghadapi kendala bersama.

Guru Mata Pelajaran MAN 1 Majalengka, Wawan Abdul Gani, M.Ag., menyampaikan pentingnya mengintegrasikan pembentukan karakter dalam pembelajaran sehari-hari.

“Melalui kegiatan ice breaking ini, siswa memegang handphone dalam waktu beberapa menit dan merasakan beban handphone pada setiap pergantian menitnya, sehingga siswa merasakan beban handphone terasa lebih berat saat bertambahnya waktu, padahal beban handphone tidak bertambah hanya setiap bertambah waktu serasa bebannya bertambah. Makna filosofisnya adalah kita harus pintar dalam menyelesaikan masalah, masalahtidak harus menjadi beban tapi harus dilayih mencarisolusinya. kami ingin siswa tidak hanya fokus pada materi akademik, tetapi juga memiliki ketahanan mental. Diharapkan siswa dapat belajar menghadapi setiap persoalan secara bijaksana, terbiasa berdiskusi, dan aktif mencari solusi terbaik melalui pemikiran yang positif,” ujarnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, metode pendekatan adaptif dan integrasi ice breaking edukatif ini akan terus diterapkan dalam kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di lingkungan madrasah. Langkah ini diharapkan dapat menjadi bagian dari pembiasaan karakter peserta didik yang mandiri dan berdaya saing.

Melalui penyelenggaraan kegiatan positif di lingkungan madrasah ini, diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan karakter dan mutu layanan pendidikan Kementerian Agama di Kabupaten Majalengka.

Kontributor: Wawan Abdul Gani 

Sumber: news.kemenagmajalengka.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *