Talaga (KEMENAG) — Dalam upaya melestarikan budaya lokal sekaligus mengasah keterampilan berbicara di depan umum, para santri Pondok Pesantren Al-Badar MAN 1 Majalengka antusias mengikuti kegiatan Muhadharah Kelompok Bahasa Sunda. Kegiatan pembinaan karakter dan bahasa tersebut berlangsung dengan khidmat dan tertib di Masjid Nurul Hidayah MAN 1 Majalengka, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan muhadharah ini dirancang khusus sebagai sarana strategis untuk meningkatkan keterampilan berbahasa, melatih keberanian, serta membiasakan santri menyampaikan gagasan di hadapan publik secara santun dan komunikatif. Melalui wadah ini, para santri diajak untuk terus mengenal, menggunakan, dan menjaga kelestarian bahasa Sunda sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa yang wajib dirawat.
Dalam sesi pembinaan, Narasumber Kegiatan yang juga merupakan Ustadzah di lingkungan pesantren, Shofa Ainul Asfiya, mengapresiasi semangat para santri yang tampil percaya diri membawakan pidato dan gagasan dalam bahasa Sunda. Ia menegaskan pentingnya penguasaan bahasa daerah di era modern bagi generasi muda.
“Melalui kelompok Bahasa Sunda ini, kita tidak hanya melatih keberanian santri untuk berbicara di depan umum, tetapi juga menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal. Penguasaan bahasa Sunda yang baik dan santun diharapkan dapat membentuk karakter santri yang komunikatif, berbudaya, dan tetap berakar pada tradisi luhur,” ujar Shofa Ainul Asfiya di sela-sela kegiatan.
Rangkaian acara berjalan penuh antusiasme dari awal hingga akhir. Secara bergantian, para peserta menunjukkan kebolehan publik speaking mereka menggunakan bahasa Sunda di hadapan rekan-rekan dan para pembimbing.
Sebagai bentuk tindak lanjut, pihak pesantren berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang seimbang dan berkelanjutan. Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada penguatan ilmu keagamaan, tetapi juga menyasar pada pengembangan keterampilan lunak (soft skills) dan pelestarian nilai-nilai budaya daerah.
Melalui penyelenggaraan kegiatan muhadharah ini, diharapkan para santri memiliki bekal komunikasi yang mumpuni, tingkat kepercayaan diri yang tinggi, serta sikap saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat. Langkah nyata ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pembinaan keagamaan di MAN 1 Majalengka dalam menghadirkan layanan pendidikan yang holistik, berkarakter, dan berdampak positif bagi kemajuan masyarakat.
Kontributor: Wawan Abdul Gani
Sumber: news.kemenagmajalengka.info
Tinggalkan Balasan