Talaga (KEMENAG) — Guna membekali peserta didik dengan keterampilan hidup (life skill) serta membudayakan pola hidup sehat, pembina keputrian kelas XI MAN 1 Majalengka menggelar kegiatan praktik dan presentasi pembuatan bekal sekolah sederhana. Rangkaian pembinaan rutin tersebut berlangsung di Ruang Belajar Terbuka MAN 1 Majalengka, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan keputrian ini dilaksanakan secara berkala setiap hari Jumat pukul 12.00–12.30 WIB bersamaan dengan pelaksanaan Shalat Jumat bagi siswa laki-laki. Pada pekan ini, para siswi kelas XI yang telah dibentuk ke dalam beberapa kelompok menampilkan dan mempresentasikan olahan bekal praktis buatan rumah. Kelompok dari kelas XI.2 (Lani, Salwa, Siti Nurhaliza) dan XI.6 (Auliya Afifah Thahirah) memaparkan kreasi nasi goreng sehat, sedangkan kelompok dari kelas XI.3 (Reva dan Hefni) menyajikan kreasi kentang goreng.

Program terstruktur ini dirancang tidak hanya untuk mengarahkan waktu luang siswi pada aktivitas yang produktif, tetapi juga untuk melatih keberanian tampil di depan umum, kerja sama tim, serta kemandirian menyiapkan asupan gizi secara mandiri. Melalui simulasi ini, para siswi diajak untuk mengurangi konsumsi jajanan luar dan beralih ke makanan olahan sendiri yang lebih higienis.
Pembina Keputrian Kelas XI MAN 1 Majalengka, Wida Yuliantini, S.Pd., menyampaikan bahwa keterampilan memasak dasar sangat penting dimiliki oleh para siswi sebagai bekal kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan keputrian ini, kami ingin menanamkan kemandirian dan kesadaran akan pentingnya makanan sehat. Harapan kami, minimal para siswi memiliki keterampilan dasar untuk menyiapkan makanan atau bekal sederhana bagi dirinya sendiri sebelum berangkat ke sekolah, sehingga pola hidup bersih dan sehat dapat tertanam sejak dini,” ujar Wida.

Sementara itu, salah satu siswi presenter dari kelas XI.2, Siti Nurhaliza, menyuarakan rasa senang dan manfaat yang dirasakannya dari kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat seru dan bermanfaat karena kami belajar bekerja sama mulai dari merencanakan resep di rumah hingga mempresentasikannya di depan teman-teman. Selain melatih kepercayaan diri saat berbicara, kami jadi makin semangat untuk membawa bekal hasil olahan sendiri ke sekolah,” ungkap Siti.
Sebagai tindak lanjut, tim pembina keputrian MAN 1 Majalengka akan melanjutkannya dengan variasi materi kerajinan tangan, fiqih wanita, serta tata krama guna membentuk kepribadian siswi yang terampil dan berakhlakul karimah.
Semoga inovasi pembinaan keputrian ini dapat meningkatkan kemandirian dan kecakapan hidup peserta didik, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu serta karakter pelayanan pendidikan di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani
Sumber: news.kemenagmajalengka.info
Tinggalkan Balasan