Talaga (KEMENAG) — Guna memperkuat pemahaman peserta didik terhadap materi keanekaragaman hayati, guru Geografi MAN 1 Majalengka, Muhammad Rivki Pratama, S.Pd., melaksanakan asesmen formatif bagi 34 siswa kelas XI-7 di Ruang Kelas XI-7 pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan pada jam pelajaran ke-5 dan ke-6 ini difokuskan pada penguasaan submateri zona biogeografis dunia serta persebaran delapan zona fauna menurut Alfred Russel Wallace.
Pelaksanaan asesmen formatif ini merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran terpadu Bab 2 Mata Pelajaran Geografi Fase F. Sebelumnya, pada Selasa (13/10/2026), para siswa telah menerapkan metode Project Based Learning (PjBL) dengan membuat serta mempresentasikan poster zona biogeografis. Pada pertemuan lanjutan ini, pendalaman materi dilakukan melalui sesi tanya jawab interaktif dan identifikasi peta digital yang ditampilkan menggunakan proyektor.
Dalam prosesnya, sejumlah siswa seperti Andres Pradipta Alfiano, Siti Zahira, Suci Hipsiani, dan Zahira Iqnasyah secara bergantian maju ke depan kelas untuk menunjukkan serta memaparkan batas wilayah persebaran fauna dunia. Pendekatan ini melatih siswa menghubungkan konsep teoritis dengan penalaran spasial dan kemampuan membaca peta secara langsung.
Pengampu mata pelajaran Geografi MAN 1 Majalengka, Muhammad Rivki Pratama, S.Pd., menegaskan pentingnya asesmen formatif sebagai instrumen evaluasi proses pembelajaran di kelas.
“Asesmen formatif tidak hanya bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peserta didik memahami materi, tetapi juga menjadi sarana bagi guru untuk memberikan umpan balik dan memperbaiki proses pembelajaran. Melalui kegiatan ini, saya ingin memastikan bahwa peserta didik mampu memahami persebaran fauna dunia secara konseptual serta menghubungkannya dengan kondisi geografis setiap wilayah,” terangnya.
Peningkatan keaktifan belajar turut dirasakan oleh para siswa. Andres Pradipta Alfiano, salah satu siswa kelas XI-7, mengaku metode visual dan interaktif ini meningkatkan rasa percaya diri peserta didik dalam menyampaikan argumentasi ilmiah.
“Melalui kegiatan ini, saya dapat melatih pemahaman tentang persebaran fauna dunia dengan melihat peta secara langsung. Saya juga menjadi lebih percaya diri untuk menjawab pertanyaan dan menjelaskan materi di depan kelas,” ungkap Andres.
Selain memantau perkembangan belajar dan mengidentifikasi area perbaikan secara real-time, asesmen formatif ini dirancang untuk mengasah keterampilan berpikir kritis, komunikasi, serta kolaborasi siswa. Sebagai tindak lanjut, hasil asesmen ini akan menjadi pemetaan bagi guru dalam merancang pengayaan maupun pendampingan khusus pada materi Geografi berikutnya.
Inovasi pembelajaran berbasis keterlibatan aktif ini diharapkan dapat terus memotivasi tenaga pendidik di lingkungan MAN 1 Majalengka untuk menghadirkan layanan pendidikan yang transformatif dan berkualitas, sejalan dengan komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan mutu tata kelola pembelajaran di madrasah.
Kontributor: Wawan Abdul Gani
Sumber: news.kemenagmajalengka.info
Tinggalkan Balasan