Lewati ke konten utama
Lambang MAN  1 MAJALENGKA MAN 1 MAJALENGKA Cerdas, Islami & Berkarakter

Tumbuhkan Cinta Al-Qur’an, MAN 1 Majalengka Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pembelajaran Fikih

Diposting oleh Edwin Erdiyana Berita 2 menit baca
Tumbuhkan Cinta Al-Qur’an, MAN 1 Majalengka Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pembelajaran Fikih

Talaga (KEMENAG) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majalengka mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada mata pelajaran Fikih bagi siswa kelas XII 2, Selasa (1/9/2026). Kegiatan pembelajaran yang berlangsung di ruang kelas XII 2 ini berfokus pada pendalaman materi Sumber Hukum Islam guna meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus memupuk rasa cinta siswa terhadap Al-Qur’an dan Hadis.

Rangkaian pembelajaran dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Mengacu pada prinsip Panca Cinta dalam Kurikulum Berbasis Cinta, suasana religius diawali dengan pembacaan salam, doa bersama, lantunan Asmaul Husna, serta tadarus Al-Qur’an selama 15 menit. Guna menjaga kekhusyukan dan konsentrasi belajar, para siswa secara tertib mengumpulkan telepon genggam (handphone) di lemari kelas sesuai kesepakatan bersama sebelum materi dimulai.

Guru Mata Pelajaran Fikih MAN 1 Majalengka, Wawan Abdul Gani, M.Ag., mengawali penyampaian materi dengan menampilkan slide peta konsep Sumber Hukum Islam. Peta konsep tersebut dirancang untuk memberikan gambaran awal dan memudahkan siswa memahami kedudukan Al-Qur’an, Hadis, Ijma’, dan Qiyas sebagai fondasi hukum Islam.

Untuk mendorong pembelajaran aktif, siswa kemudian dibagi menjadi empat kelompok diskusi yang masing-masing mendalami satu bagian dari sumber hukum Islam tersebut.

Salah seorang siswa kelas XII 2, Azzam, mengungkapkan rasa antusiasnya terhadap metode pembelajaran yang diterapkan. Menurutnya, diskusi interaktif ini memberikan pemahaman mendalam yang lebih mudah dicerna.

“Melalui pembelajaran ini, wawasan kami tentang sumber hukum Islam semakin bertambah, terutama dalam memahami konsep Ijma’ dan Qiyas secara lebih jelas,” ujar Azzam di sela-sela kegiatan.

Melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta ini, para siswa diharapkan tidak hanya menguasai teori fikih secara akademis, tetapi juga mampu menjadikan Al-Qur’an dan Hadis sebagai pedoman utama dalam kehidupan sehari-hari.

Inovasi pembelajaran ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan keagamaan serta kualitas layanan pendidikan di lingkungan MAN 1 Majalengka. 

Kontributor: Wawan Abdul Gani 

Sumber: news.kemenagmajalengka.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *