Lewati ke konten utama
Lambang MAN  1 MAJALENGKA MAN 1 MAJALENGKA Cerdas, Islami & Berkarakter

Uji Kompetensi Kemanusiaan, Pembina PMR MAN 1 Majalengka Gelar Pengujian SKT

Diposting oleh Edwin Erdiyana Berita 2 menit baca
Uji Kompetensi Kemanusiaan, Pembina PMR MAN 1 Majalengka Gelar Pengujian SKT

Talaga (KEMENAG) — Guna memastikan kesiapan dan kecakapan anggota dalam menjalankan tugas pertolongan medis serta pelayanan sosial di lingkungan madrasah, Palang Merah Remaja (PMR) MAN 1 Majalengka menyelenggarakan uji kompetensi. Pelaksanaan Pengujian Syarat Kecakapan Tingkat (SKT) tersebut dipusatkan di Ruang UKS MAN 1 Majalengka, Jumat (11/9/2026).

Rangkaian kegiatan diawali sejak pagi hari dengan melibatkan seluruh anggota PMR kelas XI. Para peserta mengikuti tahapan evaluasi lisan dan tertulis yang diuji langsung oleh Pembina PMR berdasarkan lembar kriteria penilaian standar SKT. Materi yang diujikan mencakup pendalaman prinsip dasar kepalangmerahan, metodologi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), kesiapsiagaan bencana, hingga kesehatan remaja. Seluruh alur pengujian berlangsung secara ketat dan objektif guna mengukur tingkat pemahaman serta keterampilan teknis peserta.

Penyelenggaraan uji SKT ini dirancang untuk mencetak relawan muda yang terlatih, tanggap, dan berdedikasi tinggi. Melalui pengujian terstruktur, para anggota PMR dipastikan memiliki kualifikasi standar medis sekolah dalam merespons berbagai kondisi darurat kesehatan peserta didik di madrasah.

Pembina Ekstrakurikuler PMR MAN 1 Majalengka, Amelia Siti Marwah, S.Pd., menyampaikan pentingnya pengujian ini sebagai tolok ukur kesiapan relawan madrasah.

“Pengujian SKT ini merupakan tahapan krusial untuk mengukur kompetensi, kedisiplinan, serta pemahaman materi anggota PMR secara objektif. Kami ingin memastikan setiap anggota yang bertugas di lapangan betul-betul menguasai prinsip dasar pertolongan pertama dan siap menjalankan misi kemanusiaan,” ujar Amelia.

Lebih lanjut, beliau berharap hasil pengujian ini dapat membentuk mentalitas relawan yang tangguh dan sigap.

“Melalui pengujian lisan dan praktis ini, para anggota tidak hanya diasah secara teori, tetapi juga dibentuk mentalitas kesiapannya. Kami berharap mereka tumbuh menjadi pribadi yang peka terhadap kondisi sekitar dan mampu menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di sekolah,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, jajaran Pembina PMR akan melakukan penyematan sertifikat kecakapan tingkat bagi peserta yang dinyatakan lulus serta mengagendakan simulasi penanganan darurat secara berkala.

Melalui kegiatan pengujian SKT ini, diharapkan anggota PMR dapat semakin terampil, berdedikasi tinggi, serta memiliki pengetahuan yang matang mengenai pertolongan pertama sehingga siap menjadi relawan muda yang sigap dan tanggap, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu layanan kesiswaan di lingkungan MAN 1 Majalengka.

Kontributor: Wawan Abdul Gani

Sumber: news.kemenagmajalengka.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *