Talaga (KEMENAG) — Wakil Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) MAN 1 Majalengka, Wawan Abdul Gani, S.Pd.I., M.Ag., melaksanakan supervisi pembelajaran mata pelajaran Fisika di kelas XI.2 pada Selasa (20/10/2026) jam pelajaran ke-3 dan ke-4. Kegiatan yang diikuti 33 peserta didik ini diampu oleh guru mata pelajaran Fisika, Wida Yuliantini, S.Pd., dengan mengusung topik Kecepatan Orbit Satelit melalui penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Supervisi ini bertujuan untuk memastikan efektivitas dan kualitas proses pembelajaran sekaligus mengawal implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan MAN 1 Majalengka. Melalui kegiatan ini, pelaksanaan pembelajaran diharapkan semakin terarah, inovatif, dan mampu menciptakan suasana belajar yang bermakna serta menyenangkan bagi peserta didik.
Secara kronologis, pelaksanaan supervisi merupakan agenda rutin semesteran yang didasarkan pada Surat Keputusan Kepala MAN 1 Majalengka Nomor 049 Tahun 2026 tentang Pembentukan Tim Supervisi Guru Madrasah Aliyah Negeri 1 Majalengka Tahun Pelajaran 2026/2027. Rangkaian kegiatan terbagi menjadi dua tahapan utama, yakni supervisi administrasi yang telah berlangsung pada 12–16 Oktober 2026, diikuti supervisi pembelajaran pada 19–23 Oktober 2026.
Pada sesi pembelajaran di kelas XI.2, materi kecepatan orbit satelit mengajak peserta didik memahami penerapan konsep gravitasi dan gerak melingkar dalam teknologi modern, seperti komunikasi, navigasi, hingga pemantauan cuaca. Penerapan KBC dalam materi ini dipadukan untuk menumbuhkan rasa syukur atas keteraturan alam semesta, kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, serta sikap kepedulian sosial dan lingkungan.
Guru mata pelajaran Fisika yang disupervisi, Wida Yuliantini, S.Pd., menyampaikan harapannya agar supervisi dapat menjadi sarana refleksi dan pengembangan kompetensi mengajar.
“Melalui supervisi ini, saya berharap memperoleh masukan dan saran yang konstruktif untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran Fisika. Saya ingin peserta didik tidak hanya memahami rumus dan konsep, tetapi juga mampu menghubungkannya dengan fenomena dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, pembelajaran diharapkan menjadi lebih bermakna, menyenangkan, serta mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, semangat belajar, dan rasa syukur atas kebesaran Allah Swt.,” ungkap Wida.
Perwakilan siswa kelas XI.2, Faiz Dzulfikar Noor, turut mengapresiasi pendekatan pembelajaran yang diterapkan.
“Saya berharap pembelajaran Fisika semakin menarik dan mudah dipahami, terutama ketika materi dikaitkan dengan teknologi yang kita gunakan sehari-hari. Melalui pembelajaran kecepatan orbit satelit, saya ingin lebih memahami bagaimana konsep Fisika diterapkan dalam kehidupan nyata. Suasana belajar yang berlandaskan Kurikulum Berbasis Cinta juga membuat kami semakin semangat belajar, saling menghargai, dan lebih peduli terhadap sesama,” tutur Faiz.
Sebagai tindak lanjut, model, metode, dan pendekatan pembelajaran akan terus dikembangkan secara berkelanjutan agar selaras dengan kurikulum madrasah serta karakteristik peserta didik. MAN 1 Majalengka berkomitmen menjadikan supervisi sebagai sarana pendampingan profesional guna mendorong inovasi pembelajaran yang berpusat pada siswa.
Diharapkan kegiatan supervisi ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan layanan pendidikan di MAN 1 Majalengka, khususnya dalam mewujudkan tata kelola pembelajaran madrasah yang unggul secara akademik, berakhlak mulia, dan berdaya saing tinggi.
Kontributor: Wawan Abdul Gani
Sumber: news.kemenagmajalengka.info
Tinggalkan Balasan