Talaga (KEMENAG) — Wakil Kepala Bidang Humas MAN 1 Majalengka melaksanakan kegiatan supervisi pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) berbasis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di kelas XII.5 pada Senin (19/10/2026). Kegiatan yang diikuti oleh 32 peserta didik tersebut menghadirkan guru mata pelajaran PPKn, Neneng Lilis Analisa, S.Pd., dengan mengangkat topik pembelajaran “Merancang Gagasan Solutif atas Permasalahan Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban.”
Kegiatan supervisi ini merupakan agenda rutin setiap semester yang diselenggarakan bagi seluruh guru mata pelajaran di MAN 1 Majalengka untuk memastikan efektivitas serta kualitas proses belajar mengajar. Pelaksanaan tugas supervisor didasarkan pada Surat Keputusan Kepala MAN 1 Majalengka Nomor 049 Tahun 2026 tentang Pembentukan Tim Supervisi Guru Madrasah Aliyah Negeri 1 Majalengka Tahun Pelajaran 2026/2027. Adapun rangkaian supervisi terbagi dalam dua tahap, dimulai dari supervisi administrasi pada 12–16 Oktober 2026 dan dilanjutkan supervisi pembelajaran pada 19–23 Oktober 2026.

Dalam pelaksanaannya, pembelajaran diawali dengan pemutaran video kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai stimulus, dilanjutkan dengan paparan materi penguatan nilai-nilai Pancasila. Untuk menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan, pembelajaran menerapkan model Game Based Learning melalui permainan bisik berantai. Peserta didik secara berkelompok bekerja sama mengambil soal di bagian belakang kelas dan menyampaikannya secara berantai hingga menuliskan jawaban di depan kelas.
Guru mata pelajaran PPKn, Neneng Lilis Analisa, S.Pd., menjelaskan bahwa penggunaan model pembelajaran berbasis permainan ini ditujukan untuk meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik di kelas.
“Melalui model pembelajaran berbasis permainan, peserta didik diharapkan tidak hanya memahami konsep pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban, tetapi juga mampu bekerja sama, berpikir kritis, dan merancang solusi atas permasalahan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Penerapan Game Based Learning tersebut sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta yang mendorong terciptanya lingkungan belajar kolaboratif, saling menghargai, dan membina karakter peserta didik agar memiliki kepedulian sosial serta tanggung jawab sebagai warga negara. Sebagai tindak lanjut, hasil supervisi ini dijadikan bahan evaluasi dan refleksi berkala bagi pendidik di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Melalui kegiatan supervisi pembelajaran ini, diharapkan kualitas proses belajar mengajar di MAN 1 Majalengka semakin meningkat serta mampu mendorong pengembangan profesionalitas guru secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan dan layanan pembelajaran Kementerian Agama bagi masyarakat.
Kontributor: Wawan Abdul Gani
Sumber: news.kemenagmajalengka.info
Tinggalkan Balasan