Talaga (KEMENAG) — Dalam upaya memperkuat kompetensi keagamaan dan mempererat silaturahmi antaraparatur, Wakil Kepala (Waka) Humas MAN 1 Majalengka Wawan Abdul Gani, M.Ag secara konsisten mengikuti program pembelajaran bahasa Arab secara daring yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung rutin setiap Jumat pagi pukul 05.00 WIB melalui Virtual Zoom Meeting ini diikuti oleh 1.191 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari seluruh unit kerja Kemenag se-Jawa Barat. Berdasarkan data komposisi peserta, kegiatan ini diikuti oleh 55,9% Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 44,1% Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Tingginya partisipasi dari kedua lini ASN tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun budaya kerja yang religius di lingkungan Kemenag.
Rangkaian acara diawali pada pukul 05.00 WIB dengan pembukaan dan sambutan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi, Dr. KH. Agus Buhori, S.Ag., M.M.Pd. Acara kemudian dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an bersama membacakan Surah Al-Baqarah ayat 71 yang dipimpin oleh H. Asep Anom.

Masuk pada sesi inti, pembelajaran bahasa Arab dipandu langsung oleh H. Deden Faried dan Ustadzah Siti Huriyah. Materi yang diusung pada kesempatan kali ini cukup interaktif dan mengakat kearifan lokal, yakni pembahasan kosa kata bahasa Arab seputar kuliner dan makanan tradisional Jawa Barat, salah satunya kuliner sorabi.
Selesai mengikuti kajian, Waka Humas MAN 1 Majalengka Wawan Abdul Gani mengapresiasi keberlanjutan program edukatif ini sebagai ruang komunikasi bersama para pegawai di wilayah Jawa Barat.
“Kegiatan ini merupakan sarana yang sangat baik untuk menjaga silaturahmi dan saling berbagi informasi antar sesama ASN Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat. Meski pelaksanaannya berdekatan dengan jam persiapan dinas pagi, nilai manfaat yang diperoleh dari materi kajian sangat besar,” ungkap Wawan.
Melalui pembiasaan tadarus Al-Qur’an dan pembelajaran bahasa Arab yang berkesinambungan ini, diharapkan wawasan keagamaan para pegawai senantiasa meningkat. Dampak positif dari penguatan spiritual dan keilmuan ini diyakini mampu meningkatkan ketaatan, kepedulian, serta kualitas pelayanan publik para ASN di lingkungan Kementerian Agama.
Kontributor: Wawan Abdul Gani
Sumber: news.kemenagmajalengka.info
Tinggalkan Balasan